asWw...

weLcome to my bLog.... selamat Membaca ^^_

me

me
so sweet

Cari Blog Ini

Minggu, 20 Maret 2011

catatan q... untuk ^shabdt

_ya... semua pernah seperti ini...
Bukankah...

"Setiap orang di dunia ini pernah memiliki salah dan masa lalu yang kelam...Setiap orang di dunia ini pernah merasa benci dan muak melihat kesalahan mereka...Setiap orang di dunia ini pernah ingin memakai topeng terbaik dalam hidupnya
walau harus meminjam topeng orang lain...
Bukankah kita pernah begitu...'"

_Bukankah, aku atau dirimu pernah merasa sakit hati yang terlalu dalam
sehingga setiap kali kau mengingat nama atau kejadian itu
atau hari itu dadamu merasa sesak karena memendam amarah...
_Bukankah, aku atau dirimu pernah ingin membuang masa lalu
dan seandainya bisa menghapus memori kelam itu...

_Bukankah, aku atau dirimu pernah sangat kecewa
dengan seseorang yang kita percaya dalam hidup ini atau merasa di khianati olehnya...


_Ya, rasa itu ada dalam hati,
susah untuk di hapus,
dan menganggapnya tak ada...

_Tapi...
Bukankah selalu ada kata maaf,
yang aku atau dirimu seharusNya terima untuk semua itu...??
_Bukankah selalu ada perbaikan yang mengganti semua keburukan itu..._Bukankah selalu ada senyum dan bahagia yang menutupi
semua rasa sakit hati dan kecewa,
amarah dan benci, muak dan menyesal...

BUKANKAH SELALU ADA KEBAHAGIAAN YANG ADA
DI DALAM SETIAP CERITA YANG AKU ATAU KAMU LALUI...

_Bukankah 2 tangan lebih baik daripada 1...Atau mungkin, perdamaian daripada tengkar tak ada ujung...Atau mungkin, penyesalan digantikan oleh penebusan...Atau mungkin yang lainnya...

SEE THE PROBLEM FROM THE OTHER SIDE AND YOU'LL LEARNING THE BEST GIFT FROM IT...

_Selama ada maaf, cinta, dan kasih,Bukankah itu lebih dari cukup
untuk mengubur rasa terburuk yang ada...
_Lbh baik qt jLani secra normaL dan seperti air mengaLir!

_Yang harus kau lihat bukanlah apa yang telah mereka lakukan,

tapi apa yang telah kau lakukan sehingga q menyakitimu...Terkecuali, memang tak pantas bagimu...

_Aku, ya, aku, aku percaya...
Semua badai akan berlalu,
terganti dengan cuaca musim semi...
Setiap ulat butuh waktu untuk menjadi kupu-kupu yang cantik...Setiap manusia butuh proses untuk mendapatkan kebahagiaannya,
entah harus menangis,
terluka,
bahkan harus merelakan rasa sakit yang pernah ada...



KARENA SEGALA SESUATU PASTI INDAH KALA WAKTUNYA...
^20 Agustus 2010 jam 21:28

========= end of note =========================

Manusia Bahagia Bila....

_Manusia Bahagia Bila....
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

_Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,berusaha meraih yang tidak dapat diraih,memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

_Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri,tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik,selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan,karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

_Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mataada teman yang sejati.
Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang,selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

_Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dannomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri.
_Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplahuntuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.
Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apaadanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, maumencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

_Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya,bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usahakita, tak perlu berkeras hati.

_Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kitabutuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitubanyak orang.

^JifasMart


^20 Agustus 2010 jam 21:03

Haruskah Larut dLm penyesalan, ketika aku meLakukan kesaLahan?

_Dalam hidup ini, terkadang kita akan mengalami apa yang namanya penyesalan,
banyak orang yang hidup dalam bayang-bayang masa lalu
dan menyesalkan apa yang telah diperbuatnya di masa lalu,
serta larut dalam penyesalan berkepanjangan,

_karena mungkin pada saat mereka memutuskan sesuatu tanpa berfikir panjang dulu
mengenai dampak apa yang akan terjadi ketika mengambil sebuah keputusan,
mereka hanya mengikuti ego sesaat,
dan ketika keputusan yang mereka ambil salah maka salah satu efeknya
bisa merasakan penyesalan yang berkepanjangan bahkan penyesalan seumur hidup.

_Kalau aku sendiri, jika aku memikirkan penyesalan apa yang pernah aku alami
sehinggga membuatku sulit menatap masa depan karena keputusanku yang salah.
Alhamdulillah, sampai saat ini aku belum pernah mengalami
dan ngerasain menyesal seumur hidup karena sebuah keputusan bodohku.

_ketika aku mengambil keputusan,
dy ingn mengikuti kata hati dy dan mimikirkan mengenai dampak positif
dan dampak negatif ketika dy membuat keputusan,
sehingga setelah keputusan telah diambil,
maka dy akan berusaha untuk bertanggung jawab atas pilihan yang telah kuputuskan,

sehingga sdh siap dengan segala konsekuensi yang harus
dy tanggung (apapun yang terjadi, ku harus menghadapinya).

_Menurut dy, dy jauh lebih merasa enjoy menjalani hidup
ketika aku memutuskan sesuatu sesuai dengan kata hati dy,
dan bila dy tidak mengikuti kata hati ne,

_maka aku sudah tahu bahwa pada akhirnya aku akan menyesal
dan merasa bersalah pada diriku sendiri.
Orang lain boleh memberi masukan atau bahkan nasehat,
tapi keputusan akhir jelas ada di tanganku,
karena aku sendirilah yang menetukan pilihan daalam hidupku
dan ketika aku telah memutuskan sesuatu,
maka ketika sesuatu berjalan tidak sesuai
dengan harapan dan keinginan serta diluar dugaanku,
cara terbaik menyikapinya adalah tetap bersikap realistis
tanpa harus menyalahkan orang lain dan mncari siapa yang salah,

_sebab dy sendirilah yang harus bertanggung jawab atas hidup dy bukan orang lain.
Jika ditanya penyesalan apa yang membuat hidupku tersiksa, alhamdulillah aku tidak mengalaminya.
Jika pun ada, hanyalah penyesalan sesaat akibat kesalahan yang pernah kulakukan.
Sebagai manusia, aku memang tidak sempurna dan pernah melakukan kesalahan.

_Namun bagiku, kesalahan bukanlah akhir dari segalanya,
ataupun merasa putus asa karena melakukan kesalahan.

*Sejujurnya, aku bersyukur karena pernah melakukan kesalahan,
lho kok gitu yah???! Aku ngeliat banyak orang jadi putus asa karena melakukan kesalahan,
atau bahkan menyalahkan orang lain dan mencari siapa yang salah tanpa mau memperbaiki
kesalahan yang mereka lakukan.

*****Menurutku, hal yang terpenting ketika aku melakukan kesalahan,

_pertama-tama
aku mengakui kesalahanku, kemudian memperbaiki kesalahanku,
dan yakinlah bahwa aku bisa mengatasinya dan tidak
akan mengulangi kesalahan yang sama kelak di kemudian hari..
Kalaupun aku bilang “ngerasa bersyukur karena pernah melakukan kesalahan,”

sebab menurut hemat berfikirku, justru dari kesalahankulah,
aku jadi belajar bagaimana harus menyikapi hidup
dan yang pasti aku akan belajar bertanggung jawab
atas kesalahan yang aku lakukan dengan cara memperbaikinya.

Sebetulnya, hal yang paling sulit dilakukan banyak orang ketika
berbuat kesalahan adalah mengakui kesalahn,
sebab mereka lebih mementingkan ego ketimbang memikirkan
bagaimana keadaan setelah membuat kesalahan.

_Menurut dy(ku), mengakui kesalahan adL salah satu cara terbaik
bknNy menghilang n tnpa ad rsa sedikidtPun bersalah!!

untuk memperbaiki kesalahan itu sendiri dan tak perlu ada penyesalan
yang berkepanjangan tanpa melakukan sesuatu atau berusaha memperbaikinya,
yang paling penting kan:
mengakuinya, menyesal atas kesalahan yang diperbuat kemuadian memperbaikinya.

_Nah, dengan cara seperti inilah, aku belajar untuk tidak larut dalam penyesalan kekita aku membuat kesalahan.
Memang sih, butuh sifat berjiwa besar untuk mengakui kesalahan,
ketika aku bersalah,

tapi aku yakin… kesalahan akan membuatku melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda
dan memperbaikinya adalah langkah besar yang kan membuatku belajar bersikap dewasa
dalam memandang dan memaknai arti hidup ini, karena yang namanya hidup dan sebagai makhluk sosial,
tidak mungkin jika aku tidak melakukan kesalahan. Kesalahan adalah bagian dari
pembelajaran hidup yang harus kulalui ketika melalui proses yang namanya kehidupan.

_...Aku sadar, jika kau ingin menjadi pribadi yang lebih baik,
maka aku harus menyibukkan diri dengan introspeksi diri
agar aku bisa memperbaiki kesalahan yang ku perbuat,
tak usahlah menyibukkan diri dalam hal menghakimi dan mengkritik orang lain,
karena kusadari sebagai manusia aku masih jauh dari kesempurnaan,
namun dari ketidaksempurnaan itulah aku belajar tentang kesempurnaan,
agar menjadi rambu-rambu untuk diriku, sebagi pengingat

*bahwa sebagai manusia aku tak pernah berhenti belajar
tentang bagaimana menyikapi hidup yang dinamis ini,
dan saat ini aku masih harus banyak belajar

sebab umurku semakin berkurang, sementara dosaku tipa hari bertambah.

_Bagiku, lebih baik pernah melakukan kesalahan dan memperbaikinya,
daripada tidak pernah melakukan kesalahan,
asal jangan melakukan kesalahan yang sama terus menerus tanpa berusaha memperbaikinya,

"apalagi kesaLahan itu merugikn org lain,,
mnjdi se"org terZhoLimi n mnjdi penyakidtt hATI
APaLAGI SILATURAHIM mnjdi rusak??

_bRtanggung jwb n memperbaikiNy...,,
apaKh itu susah n ... menghabisKn wktu
atwKh takudtt menghadapiNy..

akhirNy PENYESALAN !

sebab itu salah satu tanda orang yang tidak mau belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya,
dan yang terpenting buat hidupku adalah aku akan selalu mengikuti kata hatiku ketika aku membuat keputusan,
agar aku tidak menyesal seumur hidupku karena kepusan yang salah.
^ menjdikn hubungn, msLh mnjdi baik,, bkNy sebaLikNy _tak ad penJlasan!!!

_Dan jika pun ada pertanyaan,/......
haruskah aku larut dalam penyesalan ketika aku melakukan kesalahn?
Jawabannya tentu saja TIDAK,
sebab aku akan memperbaiiki kesalahanku,
dan aku yakin bisa belajar dari kesalahanku

^20 Agustus 2010 jam 8:34

NILAI DIRI KITA

_..seringkali, dalam hidup ini,..
kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak,
tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita,
atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh.

_Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya.
Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain.
Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga,
teman, bahkan oleh lingkungan kita.

_Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*,
kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah.

_Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda,
selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.

_Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang,
atau dari apa yang kita dapat.
_Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita.
Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan,
kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.

_*Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita.
Merupakan seberapa bernilainya manusia.
_Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita,
dan merupakan modal hidup.

_Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya.
Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak,
maka kecantikannya tiada berguna baginya.
_Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi,
tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.

*Hope u r well and please do take care.

^18 Agustus 2010 jam 8:20

:( _ ^Mengukur aib bersama(Jagalah rahsia sahabat dan rahsia keluarga kita sebaiknya)

..Kebersamaan kadang tidak selamanya seperti rumput.
Selalu setara, sewarna, dan segerak.
Ada saja kekurangan di antara sesama mukmin.
Karena umumnya manusia memang tidak bisa luput dari aib.
"Tak ada gading yang tak retak". Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam.

Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.
Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’.
_Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya.

Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian ketika pertarungan antara nafsu dan akal berakhir negatif.
Nafsulah yang akhirnya membuat keputusan.
Saat itulah, seorang anak manusia melakukan kesalahan.

_Seperti itu pulakah yang terjadi dengan seorang mukmin?
Kadang orang lupa kalau seorang mukmin pun tetap saja sebagai manusia.
Bukan malaikat yang selalu bersih tanpa noda.
Sinar iman yang ada dalam hatilah yang akhirnya menentukan.

_Apakah nafsu yang lagi-lagi bicara, atau iman yang ambil keputusan.
Pertarungan itu begitu sengit. Kekuatan dalam diri saja belum cukup.
Karena masing-masing pihak meminta bantuan pihak luar diri.
Iman dalam hati dibantu oleh nasihat dan doa dari saudara seiman.
Dan nafsu dibantu dengan rayuan setan.
Kalau nafsu dan rayuan setan yang jadi pemenang,
seorang mukmin tergelincir dalam sebuah kesalahan. Kecil atau besar.
Dari situlah kita mengerti kalau seorang mukmin pun bisa melakukan kesalahan.
Tapi, sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang menyesal dan meminta ampunan.

_Maha Benar Allah dalam firman-Nya dalam surah Ali ‘Imran ayat 135,
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,
mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

_Lalu, patutkah kelalaian dan ketergelinciran itu menjadi bahan gunjingan.
Patutkah keburukan yang kita sebut aib itu disebarkan.
Sebagian orang mungkin menyebutnya sebagai risiko.

“Siapa yang berbuat, harus menanggung akibat!”
ucapan itu boleh jadi keluar merespon keburukan yang terjadi pada saudara mukmin.
Termasuk mendapat gunjingan isu yang tidak mengenakkan.
Namun, patutkah kalau gunjingan dan menyebarnya aib disebut sebagai hukuman yang setimpal.
Adilkah mengumumkan aib seseorang sebagai sebuah hukuman.
Persoalan ini akan meluas ketika berhubungan dengan hukum dan keadilan.
Memang, ada sedikit salah pemahaman antara menyebarkan aib dengan pengumuman hukuman.
Menyebarkan aib, apa pun alasannya, tetap terlarang karena bukan itu cara yang dibenarkan Islam.

_Sementara pengumuman hukuman berkait dengan penegakan hukum dan peringatan buat yang membaca pengumuman.
Agar, perbuatan seperti itu jangan pernah dilakukan.
Repotnya ketika sebagian orang lebih enjoy dengan menyebarkan aib sebagai dalih hukuman.
Isu dan gosip pun jadi kebiasaan. Aib seorang mukmin menjadi tersebar tak karuan.
Yang jadi pertanyaan, bagaimana mungkin seorang mukmin ringan mengumbar aib saudaranya.

_Padahal, sudah jelas-jelas Allah swt. melarang menceritakan keburukan sesama mukmin.
Firman-Nya dalam surah Al-Hujurat ayat 12,
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain
dan janganlah sebagian kamu menggunjing yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?

_Maka tentulah kamu merasa jijik.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
” Ada beberapa kemungkinan kenapa seorang mukmin tega mengumbar aib saudaranya.

_^Kemungkinan pertama, lemahnya pancaran iman dalam hatinya.
Iman yang lemah mengecilkan hubungan mulia antar sesama mukmin.
Tidak ada lagi keberpihakan. Tidak ada lagi pembelaan terhadap saudara yang sedang ‘jatuh’.
Semua menjadi gersang. Kering.

_^Kedua, tersumbatnya nalar sehat.
Nalar yang jernih akan menggiring seorang mukmin melakukan cek dan cek.
Periksa dan tabayun. Karena boleh jadi, kabar yang tersiar berbeda jauh dari fakta yang sebenarnya.
Ada bumbu. Ada fitnah.

Firman Allah swt. dalam surah Al-Hujurat ayat 6,
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,
maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

_^Kemungkinan ketiga, lunturnya nilai-nilai sosial dalam diri seseorang.
Orang seperti ini biasanya mudah iri, dengki, dan mutung.
Persoalan kecil yang sebenarnya bisa selesai dengan saling memaafkan,
bisa panjang karena cara berpikir yang kerdil.
Cacat yang tergolong biasa pada diri seseorang, diolah, dan disebarkan menjadi masalah besar.
Ada kemungkinan yang lain. Seseorang terhinggapi penyakit merasa serba tahu.
Urusan yang sebenarnya masih samar, terlihat seperti jelas.
Ia malu kalau orang menganggapnya tidak tahu.
Dari situlah, membuat-buat cerita berlangsung cepat.
Orang seperti itu pula yang tidak bisa memegang rahasia.

Padahal rahasia dalam nilai Islam merupakan amanah.
Rahasia besar atau kecil.
Hidup dalam kebersamaan memang sulit seperti rerumputan.
Setara, sewarna, dan sederajat.
Tapi yakinlah, kebersamaan sesama mukmin jauh lebih mulia dari apa pun.
Karena kebersamaan itu selalu dalam gerak.
Sedangkan rerumputan senantiasa diam.

^18 Agustus 2010 jam 5:35
_

"Diri ini adL kendaraan kita sendiri...."(Mungkinkah ?!?)

_Setiap diri manusia seharusnya mempunyai mimpi,
harapan dan cita2 dalam hidupnya.
BiLa manusia tidak memiliki mimpi,harapan dan cita-cita tentu
akan seperti manusia yang hidup tanpa punya arah atau tujuan.

"Ibarat diri ini adalah sebuah kendaraan yang kita kemudikan
untuk mencapai suatu tempat atau tujuan.Bila kita tidak mampu
untuk mengemudikan diri kita maka tentu diri ini tidak sampai ke tempat tujuan."

*cp yg msh bnyk harapan bca ne... ampe abezz

O:)


_Bila kita tidak mampu untuk mengemudikan diri ini maka
tentu akan ada orang lain yang mengemudikan diri ini.
Masalahnya apakah kita siap untuk memberikan kepercayaan
kepada orang yang akan mengemudikan diri ini.

_Dan bila seperti itu kejadiannya maka kita harus benar2 memilih
orang yang bisa kita percaya untuk mengemudikan' diri ini
dan kita juga siap untuk menjadi penumpang yang baik.
Alangkah lebih baiknya kita sendiri yang mengemudikannya
agar kita merasakan nikmatnya sampai pada tempat tujuan
dari hasil usaha kita.Berarti sebelum bisa mengemudikan
diri ini tentu memerlukan ilmu mengemudi.

_Ilmu itu bisa kita dapatkan dari berbagai sumber ..
*misalnya dari orang yang bisa mengemudikan kendaraannya,
dari buku petunjuk mengemudi dan dari berbagai media
yang menyediakan ilmu tentang mengemudi.

Ibaratnya kita yang ingin meraih mimpi
,harapan dan cita2 tentu harus membawa diri ini untuk meraihnya.
Membawa diri ini tentu dengan ilmu.

_Dengan ilmu maka kita akan paham bagaimana membawa
diri ini meraih mimpi,harapan dan cita2.Ilmu yang dicari harus sesuai
dengan mimpi,harapan dan cita2.Kita bisa mendapat ilmu itu
dari orang yang bisa membawa dirinya dengan baik,
dari Al Quran dan Al Hadist dan dari berbagai referensi
yang menyediakan ilmu untuk meraih mimpi,harapan dan cita2 kita.

_Bila ilmu mengemudi itu telah kita dapatkan sehingga kita telah
paham maka kita harus ikhlas untuk menerimanya.
Karena ilmu itu akan tertanam di diri kita bila akal dan hati sejalan.
Bila ilmu hanya tertanam di akal saja maka yang terjadi
bahwa ilmu itu hanya seperti hafalan yang sewaktu2
akan hilang atau bahkan dicabut.Bila ilmu hanya tertanam
di hati saja maka kita hanya akan mengemudikan diri ini menurut
prasangka kita saja tanpa mempertimbangkan benar atau salah.

Maka kita padukan antara akal dan hati (keikhlasan) dalam menerima ilmu.
Insya ALLah mengemudikan diri ini seperti bagian dari ibadah
disebabkan ilmu yang didapatkan oleh akal dan diterima
oleh hati diniatkan murni semata2 karena mencari ridho Allah SWT (Keikhlasan).

_Tidak cukup pula kita hanya menerima ilmu mengemudi
dengan akal dan hati saja.Karena kendaraan (diri) ini perlu dijalankan.
Maksudnya ilmu mengemudi itu akan benar2 bermanfaat
kita rasakan bila dipraktekkan (diamalkan).
Saat mengamalkan ilmu mengemudi itu maka kita memerlukan orang2
yang melatih dan mendampingi kita untuk bisa mengemudikan kendaraan (diri) ini.
Tentunya orang2 itulah yang telah memiliki pengalaman
dan pengetahuan lebih daripada kita.Kita pun tidak perlu malu
dan segan untuk bertanya kepada orang2 tersebut.
Seperti kata pepatah malu bertanya sesat di jalan.
Coba aza kita nekad untuk mengemudi sendiri tanpa dilatih orang2
berpengalaman dan berpengetahuan lebih,
yang ada kita akan kebingungan bila ilmu yang didapat
dihadapkan dengan kondisi nyata yang terjadi di jalanan.
Lalu bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan kendaraan (diri) kita.

_Tentunya yang namanya manusia sebagai makhluk sosial
tidak bisa lepas dari bantuan orang lain.
Nah,kan kita udah bisa tuch menjalankan kendaraan (diri) ini.
Berarti tahap selanjutnya kita harus mempunyai kesungguhan (jihad)
untuk membawa kendaraan (diri) ini menuju mimpi,harapan dan cita2.
Jangan sampai dech karena melihat sesuatu yang memalingkan kita
untuk terus mengemudi di jalan menuju mimpi,harapan dan cita2,
kita rela memutar kemudi dan bahkan berbelok arah.Di mana kesungguhan kita itu?.
Hanya karena jalan yang dilalui kendaraan (diri) ini sangat terjal,
penuh onak,penuh duri,sangat panjang,bergelombang
dan lain2 maka kita rela untuk berbelok arah?!?

Sebagai pengemudi yang profesional tentunya ada keinginan
untuk bisa sampai pada tujuan yang diinginkan walaupun
jalan yang dilaluinya tidak sebaik seperti apa yang dipikirkannya.
Pengemudi profesional tentunya akan menikmati jalan yang ditempuhnya.
Maka,sebagai pengemudi bagi kendaraan (diri) ini tentunya sudah
selayaknya mempersiapkan mental dan fisik
untuk rela berkorban apapun jua dalam mencapai tujuan yang dimimpikan,
diharapkan dan dicita2kan.Kalau tidak ada rasa pengorbanan itu

..._maka kita tidak akan mampu bertahan mengemudikan kendaraan (diri)
ini di jalan penuh onak dan duri dsb untuk menuju mimpi,harapan dan cita2 kita.
Tanpa pengorbanan kita rela mencari jalan lain yang lebih menyenangkan.

Padahal hanya satu2nya jalan itu yang harus kita lalui jika ingin menuju mimpi,
harapan dan cita2 itu.Sebenarnya ini adalah pillihan kita untuk
terus melaju atau mundur bahkan berbelok arah hanya
karena ketidaksiapan kita untuk berkorban.
Ternyata telah diputuskan untuk terus melaju di jalan ini
dan siap untuk berkorban.Maka, tahap selanjutnya adalah
kita mentaati segala peraturan dan perintah yang ada agar kendaraan (diri)
bisa dengan selamat sampai pada tujuan yang diharapkan.Kita tidak ragu2 lagi
dengan peraturan dan perintah itu,baik berupa rambu2
,undang2,bahkan perintah pak polisi (n_n).

Peraturan dan perintah itu menjadi pedoman perjalanan kendaraan (diri) kita.
_Pedoman itu dianalogikan seperti Al Quran dan Al hadist.

Biar tidak kesasar/tersesat maka kita harus siap untuk taat terhadapnya
dan siap taat kepada orang2 yang menyerukannya,
baik Rasulullah,Sahabat2 beliau dan para pengikutnya
yang tetap istiqomah membawa risalahnya.
Kalau tidak siap untuk taat berarti tidak siap untuk menuju mimpi,
harapan dan cita2 kita. Ketaatan itu harus diselimuti dengan keteguhan.
Karena kalau tidak teguh kita tidak akan kuat mentaati peraturan dan perintah yang ada.
Dan ini dikhawatirkan kendaran (diri) yang kita kemudikan ini akan berhenti di tengah jalan.

_Atau bahkan karena kejenuhan kita maka kita
akan melanggar sedikit peraturan dan perintah tersebut yang
bisa berakibat kurang baik kepada kendaraan (diri) kita.
Kalau tiba2 ada polisi yang menilang diri kita maka kita akan punya catatan kriminal.

_Maka,sudah sebaiknya kita tetap teguh untuk mentaati peraturan
yang ada dan senantiasa memperbaharui keteguhan kita.
Keteguhan terhadap peratuan dan perintah yang ada membuktikan
kita sebagai pengemudi yang memiliki loyalitas.
Dan biasanya akan ada saja reward yang kita dapatkan
dari arah yang tidak disangka2.Ooo iya,ketika kita mengemudikan kendaraan (diri)
kita maka kita harus mengenal makna persaudaraan (ukhuwah).

_Karena kendaraan (diri) kita yang cukup besar
dan luas untuk dibawa agak mubadzir donk kalo dibiarkan bangku2 kendaraan (diri) kita itu kosong.

_Maka kita senantiasa mengajak saudara2 kita yang lain
untuk bisa ikut bersama kita meraih mimpi,harapan dan cita2
yang sama dan mulia.

_Kita pun juga bisa menyerukan kepada orang lain yang
sedang membawa kendaraan(diri)nya untuk ikut menjadi
rombongan menuju mimpi,harapan dan cita2 yang sama dan mulia.
Tapi meyerukan bukan berarti memaksakan,hanya sekedar
menyadarkan saja bahwa mimpi,harapan dan cita2 kita itu amat indah dan mulia.
Dengan bersama2 meraih mimpi,harapan dan cita2
dalam bingkai ukhuwah Islamiyah segala hambatan dan rintangan bisa diminimalisir.
Kita pun bisa saling melengkapi dan memahami kelebihan
dan kekurangan yang dimiliki oleh kendaraan (diri) kita masing2.
Walaupun kendaraan (diri) setiap yang dibawa saudara2 kita berbeda2
namun tetap satu hati untuk bisa sampai pada tujuan yang indah dan mulia.

_Sebagaimana yang kita tau bahwa tahapan ukhuwah Islamiyah itu
diawali dengan rasa saling mengenal (taaruf),memahami (tafahum),
saling tolong menolong (taawun) dan saling menjamin antara satu dengan yang lain (takaful).

Landasan paling dasar dalam ukhuwah sebelum saling mengenal
yaitu senantiasa berprasangka baik (Husnu Dzon) dan tingkat tertingginy
a setelah adanya rasa saling menjamin yaitu adanya rasa saling mengorbn
kan dirinya untuk kepentingan saudaranya (itsar).
Perjalanan yang akan kita lalui akan terasa indah bila bersama
saudara2 kita dengan satu hati menuju tujuan,mimpi,harapan dan cita2 yang mulia.

Dan terakhir,karena perjalanan kendaraan (diri) kita
untuk menuju tujuan yang mulia itu sangat panjang
dan berliku maka kita dan saudara2 kita harus senantiasa
ada rasa saling mempercayai dalam kebenaran.

Bila rasa saling kepercayaan itu pudar maka hendaklah kita memperbaharuinya.
Bagaimana kita bisa percaya kepada orang2 yang
tidak membawa kebaikan untuk kendaraan (diri) kita?....

^Bagaimana kita bisa percaya kepada orang2 yang memalingkan kita dari jalan menuju mimpi,
harapan dan cita2 indah dan mulia itu?...
Bagaimana kita bisa percaya kepada orang2 yang ternyata melemahkan kita untuk menuju mimpi,
harapan dan cita2 indah dan mulia itu?...
Bagaimana kita bisa percaya kepada orang2 yang ternyata menggugurkan kendaraan (diri)
kita dari perjalanan yang sudah kita azzamkan (tekadkan) untuk kita lalui?...
Bagaimana kita bisa percaya kepada orang2 yang menawarkan mimpi,
harapan dan cita2 yang semu?... "Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu
orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya
(menimbulkan kemudaratan bagimu.Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.
Telah nyata kebencian dari mulut mereka,
dan pa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.

Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami),jika kamu memahaminya."(QS.Ali Imran (3):118)

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang2 yang fasik."(QS.Ali Imron (3):110)

_Wahai jiwa-jiwa yang membawa kendaraan(diri)nya masing2
bersegeralah untuk menentukan mimpi,
harapan dan cita2 agar bisa kita tentukan jalan mana yang kita pilih untuk siap kita lalui....

NB:Mohon maaf apabila ada kata2 yang salah
karena ini sebagai renungan buat dY sebagai manusia
yang penuh khilaf
dan dosa serta mempunyai keterbatasan.
Bila ada yang baik sesungguhnya itu datangnya dari Allah SWT
maka janganlah ragu untuk mengambilnya.

KEEP HAMASAH FOREVER...!!!

by: ^-MYHEART
^16 Agustus 2010 jam 9:48

Keistimewaan BuLan Ramadhan & Doa" PiLihan

_Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar.
Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini
akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik.
Oleh karena itu kita sangat dianjurkan
untuk memperbanyak amal kebajikan
dan meninggalkan kemaksiatan.
Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:

1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)

2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan- setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)

3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa- dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)

4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)

6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ


Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa- dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)

9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)

10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)



_Doa-Doa Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:

1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:

اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR Ahmad)

2. Doa Lailatul Qadr:

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)

3. Doa Shalat Witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ

Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)

سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR Daruquthni)

4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, Surga Mu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari neraka.

5. Doa Buka Puasa

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ

Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk- Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)

6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:

أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ

Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)


^11 Agustus 2010 jam 6:21