asWw...

weLcome to my bLog.... selamat Membaca ^^_

me

me
so sweet

Cari Blog Ini

Sabtu, 16 Januari 2010

Aku Harus Jujur

maafkan kali ini
maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tahu siapa
aku sebenarnya

terpikir dalam benakku
tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam

jangan salahkan keadaan ini
semua adalah keterbatasanku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu

tak bisa lagi mencintaimu
dengan sisi lainku
aku tak sanggup menjadi biasa
aku tak sanggup

tak ada satu pun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
ku mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya

tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu


maafkan kali ini
aku harus jujur



Yesterday at 5:32pm

Senin, 14 Desember 2009

Sebelum Engkau Merenung…

Saudaraku, dalam hidup ini ada duka dan nestapa
Juga kan selalu ada perasaan suka dan bahagia
Dunia ini kan ditinggalkan semua yang menghuninya
Tapi kebanyakan kita tak jua kunjung menyadarinya
Bersabarlah engkau jika menghadapi suatu derita
Meskipun ia sangat berat dan teramat sulit terasa
Wahai pencari harta yang sibuk dengan duniawinya
Di akhirat, orang sengsara lebih baik keadaannya
Sampai kapankah kau kan terus mengumpulkan harta
Apa engkau menyangka haramu kekal selamanya
Kala kau lihat orang-orang nestapa di depan mata
Masihkah engkau berangan kan hidup kekal di dunia
Kau lihat rumah-rumah tinggal di pinggiran kota
Hanya gubuk kecil kumuh yang beratap daun rumbia
Kau pun melihat gaya hidup mereka yang berkuasa
Mereka tak peduli, mereka hanya bisa berkata-kata
Masih ada lagi orang yang gemar membangun istana
Entah dari mana mereka dapatkan harta itu semua
Bumi ini kelak akkan menyapu rata mereka semua
Mereka pun kembali tak punya seperti sedia kala
Namun kematian kan lebih cepat menjemput mereka
Maut pasti datang tiada yang sanggup menolaknya
Tanyakanlah pada bumi semua kejadian di atsnya
Juga pada kubur, tanyakan apa yang terjadi di dalamnya
Kalaulah bumi dan kubur berkata kenapa mereka ada
Niscaya manusia akan berlarian menghindari mereka
Berbohong pada orang lain, adalah hal yang biasa bagi sebagian orang. Tapi membohongi diri sendiri? Sungguh, suatu kebodohan yang sulit dimengerti. Sebab, sejatinya dia mengetahui hakekat yang sebenarnya. Iulah makanya, diperlukan suatu keberanian untk jujur pada diri sendiri. Karena tiada guna berbohong pada diri sendiri.
Jangan merasa menjadi seorang yang benar-benar mukmin, jika ternyata keimanan anda masih banyak kekurangan. Apalah artinya merasa sebagai muslim sejati, jika praktiknya anda belum menjadi muslim yang sebenarnya. Dan apakah anda merasa sebagai orang yang ikhlas, tawadhu’, bersyukur, sabar, tawakal, adil, beradab, bermanfaat bagi agama, dan berhati bersih?
Merenung jelas berbeda dengan melamun, apalagi menghayal. Orang merenung biasanya disertai dengan berfikir dan instrospeksi. Membuka lembaran yang telah lewat, mengoreksinya, dan merencanakan langkah ke depan yang lebih baik.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Al Hasyr: 18 )
Terkadang, kita merasa sudah menjadi seorang mukmin yang benar-benart beriman. Namun, setelah kita mengetahui hakekat iman dan memahami kriteria mukmin yang sempurna, kita pun tersadar bahwa ternyata kita masih berada di simpang jalan. Kita msih perlu memperbaiki, meningkatkan, memperbarui, dan menjaga iman kita.
Pun, mungkin kita merasa sudah menjadi seorang muslim yang ikhlas, tawakal, beradab, sabar, tawadhu’, adil, dan seterusnya. Akan tetapi kita masih jauh panggang dari api. bahkan, tidak sedikit diantara kita yang sebelumnya merasa sudah bermanfaat bagi agama dan berhati bersih. namun, diri ini menjadi tercenung dan merenung, bahwa apa yang kita pahami dan lakukan belum sesuai harapan.
Apakah Saya Seorang Mukmin??
Apakah Saya Muslim?
Apakah Saya Ikhlas?
Apakah Saya Tawadhu’?
Apakah Saya Bersyukur?
Apakah Saya Sabar?
Apakah Saya Tawakal
Apakah Saya Beradab?
Apakah Saya Adil?
Apakah Saya Bermanfaat?
Apakah Saya Berhati Bersih?
Mari Sejenak Merenungi Diri…
Sejenak Merenungi Diri, Syaikh Amin Muhammad Jamal, Pustaka Al-Kautsar
oleh-oleh dari Islamic Book Fair Semarang

Kamis, 10 Desember 2009

guru&semangatNya

_Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan
juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan
pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

_Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi
anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat
menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan
tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy
(sindroma gangguan otak belakang).

_Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas
khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah
kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak
disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak
berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.

Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun
bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan
kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang
menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.
Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian
anak yang beradu dengan lantai.

_Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat
seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,
duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya
kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas
mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral
Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya
melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan
kepandaiannya menyusun huruf.

_Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia
tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu
menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel,
begitu yang kami lakukan.
Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan
saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa
damai dan hangat.

_Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak
disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.
Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka
tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.
Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

_Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah
membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.
Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.
Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,
membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap
anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

_Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat
mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”
kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding
dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju
pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.
Ddduh, ada apa ini?

_Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,
mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil
berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya
melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda
mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.
Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk
sekedar mencium tangan saya.

_Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke
samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam
saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat
kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya
biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga
kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

***

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan
yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga
pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab
mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya
kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar
pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.
Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik
mereka.

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.
Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,
dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang
berbeda disana. Cobalah. Rasakan..

^http://www.resensi.net//2009/06/29/

_.. Saat... Waktu. . ._

_saat..
Waktu Luang,
TRkdang dipkiran ne.. Hnya ingn bRmLzz2n dikasur hangat & empuk diKmar tRcinta
_meLakukn apaPun yg diSukai

_ne.. La saat yang amat q sukai n semua oRg
HMmm...

_tp.. Q hrz Lwn cmua it..
Q mencoba mengisiny dg apaPun yg mBwt dri q meRsa mnjdi Lbh baik n beRarti 2 dri q.. N oRg Lain

_mencoba.. MemikirKn n mengisi cmua dg max dg beRbagai kegiatan

_rsa semangd n rsa nafsuPun semakin kuat.. N besar....
Hehe
_tpi.. Disaat cmua dDpn mta, tRsusun rapi sesuai agenda..
KerikiL2 keciLPun hadir..

CMua haLangan n rintangn(ciee.., sirue nea..
Ho..)
2 memperbaikiNy, pengorbanan waktu, tenaga memBwt dri q.. Tak bs meLawn kondsi ne...
_tbuh ne... KeKuatan ne...
BahKn bataz2 seOrg akhwat...

_keadaan yg sgt.....
Membwt.... Q kecewa dg dri ne
ketika... KhiLaf
Ketika tak optimaL
Ketika rsa capek n Letih meLanda

_huFt...
Cmua bRcampur..
_dLm hati ne.. SebenarNy tak ingn cmua tRjdi
_biarLh cmua menjdi peL dan pengaLmn q.. 2 Lbh kuat meLawn kerikiL2 it...
AtauPun badai dri mnPun

_yg q.. BtuhKn ..
Pengertian jk dri q.. Ad kekurangn n keKhiLfn sLama ne
_q tak ingn sedikitpun mengecewaKn siapaPun atw merugiKn... Org Lain

_nasihat maupun kritikan menjdi bekaL q... KeDpn..^

¤101209

Rabu, 09 Desember 2009

_..........AKU BIMBANG...............!!!!!

_Aku bimbang. Sangat bimbang ..
Bagaimanakah kalau esok..aku mati mendadak?
Sembahyangku masih banyak..yang belum terqada'
Ingin membayar puasa yang tertinggal..masih belum aku bertindak
Hutangku masih berlambak-lambak.
Finance keretaku belum lagi lunas tertunai
Hutang bank rumahku masih belum selesai
Kewajipanku masih banyak yang terbengkalai.

_Aku bimbang..sangat bimbang..
Apakah aku akan diberi VIP Welcome di alam barzakh
oleh Munkar dan Nankir dengan senyuman bermanis wajah
Atau apakah aku akan dibelasah
oleh pembengis-pembengis di alam barzakh ?
Apakah aku dapat menahan sakit
Bila ular kubur datang menggigit
Kerana sembahyangku yang amat sedikit

_Aku bimbang..sangat bimbang..
Isya’ masuk..ayah ke surau menyembah Allah SWT
Aku depan tv menonton AKADEMI FANTASIA,
Ayah bertasbih, bertahmid..berzikir memuji Tuhan
Aku terjerit²..MENYOKONG PESERTA REALITI TV YANG SIA-SIA.
Ayah menggunakan masa mencari redhaan Tuhan
Tapi aku masih berpoya-poya seperti NYAWAKU PANJANG LAGI.
Kalaulah besok subuh Izrail datang bertandang
Bagaimanakah nasibku..setelah dunia aku tinggalkan?

_Aku bimbang..amat bimbang
Imanku masih terumbang-ambing
Ketika aku di dalam kubur..
adakah orang yang akan mendo'akan?
Siapa akan menyedekahkan bacaan Yasin dan surah-surah Al-Qur'an
Buat meredakan siksa kubur yang datang tanpa kasihan
Nasibku di bawah tanah..adakah siapa yang akan mengenangkan?
Hilang aku dari pandangan..hilanglah aku dalam kenangan.
Jadi..kenapa aku kurang berusaha menyiapkan bekalan?
Supaya di kubur nanti aku diberi VIP Welcome.

_Aku bimbang..sangat bimbang..
Amal ibadahku sangat berkurang !
WAHAI MANUSIA ... taubatlah engkau dari sekarang
Tinggalkanlah padang bola..

TINGGALKAN HIBURAN MELAMPAU dan pergi ke masjid seperti orang lain.

Qada'lah sembahyangmu yang tertinggal, bayarlah puasamu
Berhentilah menjadi sahabat syaitan
Agar hidupmu mendapat keredhaan
Sebelum engkau kembali ke ALAM BARZAKH

25 November 2009

_..Aurat Wanita Dari Al-Quran Dan Hadis.._

1. Bulu kening
-Menurut Bukhari, "Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening." Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki)
-"Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (An-Nur: 31)
Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.

3. Wangian
-"Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina." (Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban).

4. Dada
-"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka. " (An-Nur : 31)

5. Gigi
-'Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.' (Riwayat At-Thabrani)
-"Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah"(Riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Muka dan Tangan
-Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: 'Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." (Riwayat Muslim dan Bukhari).

7. Tangan
-"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya"(Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).

8. Mata
-"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya." (An Nur : 31).
-Sabda Nabi SAW, "Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

9. Mulut (suara)
-"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik."( Al Ahzab: 32).
-Sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi." (Riwayat Ibn Majah).

10. Kemaluan
-"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. "(An Nur : 31).
-"Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al Bazzar).
-"Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah." (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).

11. Pakaian
-"Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah).
-"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim). Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
-"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab : 59).

12. Rambut
-"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

ADAM MENGERTILAH !!!!

_Adam,mengertilah...
Hawa bukanlah insan yg kuat..
bukan juga insan yg bisa menahan nafsu..
tatkala diri diuji, Hawa sering tewas...
tewas dgn godaan syaitan & nafsu sendiri..

_Adam,mengertilah...
sungguh, Hawa telah cuba melakukan yg terbaik..
agar diri ini tidak menjadi fitnah dunia...
telah Hawa cuba menjaga diri ini sebaik-baiknya..
Hawa sedaya upaya menjauhkan diri dari tabarruj..
perfume, make up, perhiasan...
telah Hawa elakkan sejauh-jauhnya..
namun mengapa masih Adam tertarik pd Hawa
yg serba kekurangan ini..

_Adam,mengertilah...
Hawa ini berjiwa lembut...
sukar untuk Hawa menolak bila Adam meminta...
Hawa tau permintaan Adam
tak mungkin membawa Hawa ke kancah maksiat...
namun, Hawa lemah...
Hawa takut zina hati...

_Adam,mengertilah...
setiap kali 'sms' diterima..
Hawa keliru...
ingin sekali Hawa membiarkan sahaja..
tapi Hawa akur tuntutan sahabat...
Hawa tewas...
Hawa reply juga...
mengenangkan Adam adalah sahabat....

_Adam,mengertilah...
setiap layanan yg Hawa beri hanya sekadar membantu..
mungkin Hawa adalah antara kasih sayang Allah yg dikurniakan buat Adam..
memudahkan perjalanan hidup Adam..
jgn disalah tafsir apa yg Hawa berikan..

_Adam,mengertilah...
Hawa mengharapkan Adam menjaga Hawa..
namun,bukanlah 'couple' yg Hawa pinta...
tp cukuplah sekadar tidak memandang Hawa..
cukuplah sekadar menghormati Hawa sebagai Hawa..
jgn dipinta apa yg tak mampu Hawa berikan..
kerana Hawa milik Allah sepenuhnya...

_Adam,mengertilah...